BERSYUKUR BERSAMA TUHAN

Renungan Malam 31 Desember 2019   KJ.332 : 1 – Berdoa   Yesaya 61 : 10 – 11 Aku bersukaria di dalam TUHAN, jiwaku bersorak-sorak di dalam Allahku,…. (ay.10a)   Adakah hikmah di balik penderitaan yang dialami manusia? Jika kita hanya terpaku pada penderitaan, maka kita bisa terjebak pada keputusasaan. Nabi Yesaya menyadari hal ini, saat bergumul bersama umat Tuhan di tanah pembuangan, Babel. Ia mengajak umat TUHAN untuk tetap bersukacita karena TUHAN akan memberi pakaian keselamatan dan menyelubungi mereka dengan jubah kebenaran. Artinya, di dalam penderitaan yang dialami, TUHAN tetap peduli dan mengasihi umat-Nya. TUHAN akan tetap memberikan berkat-Nya.
Read More

TETAP SEMANGAT KARENA TUHAN SELALU BERI BERKAT

Renungan Pagi, 31 Desember 2019 GB 284 : 1 – Berdoa Yesaya 61 : 1 – 9 “Roh Tuhan ALLAH ada padaku, oleh karena TUHAN telah mengurapi Aku;” (ay. 1a)   Di akhir tahun ini, dinamika perasaan rasanya tumpah ruah. Ada kenangan sepanjang tahun 2019 yang bisa jadi akan kembali kita ingat. Semua peristawa suka membuahkan syukur yang membuncah dan tak henti mengumandangkan pujian di hadapan Tuhan. Namun, apabila peristiwa duka ikut terkenang, tidak jarang kita bisa meneteskan air mata. Kepedihan karena kehilangan kembali hadir dan membuat akhir tahun ini terasa berbeda dengan akhir tahun yang lalu. Ada ruang kosong,
Read More

PUJILAH NAMA TUHAN

Renungan Malam 30 Desember 2019   GB.86 : 1 – Berdoa   Mazmur 148 : 7 – 14 Biarlah semuanya memuji-muji TUHAN, sebab hanya nama-Nya saja yang tinggi luhur, keagungan-Nya mengatasi bumi dan langit. (ay.13)   Dapatkah saya memuji TUHAN di saat sedang ditimpa masalah yang sukar untuk diselesaikan? Tentu sebagai manusia, hal ini tidak mudah untuk dilakukan. Kita cenderung memuji TUHAN hanya pada saat menerima hal-hal yang baik dari TUHAN, tapi tidak sebaliknya. Seorang pendeta di India bernama Rahul Vir menceritakan pengalamannya tentang perbedaan perilaku seseorang saat mengalami kesuksesan dan menghadapi persoalan. Seseorang yang mengundangnya hadir dalam pesta karena
Read More

TUHAN KITA MAHAKUASA

Renungan Pagi, 30 Desember 2019 GB 341 : 1 – Berdoa Mazmur 148 : 1- 6 “Baiklah semuanya memuji nama Tuhan, sebab Dia memberi perintah, maka semuanya tercipta.” (ay. 5)   TUHAN itu tidak ada! Pendapat ini disampaikan secara spontan oleh seorang pemuda gereja saat mengungkapkan pemahamannya dalam ibadah Penelaahan Alkitab. Semua orang yang hadir pada saat itu merasa terkejut, termasuk saya sebagai Pembina. Setelah proses diskusi berlangsung, semua orang yang hadir mengetahui alasan dibalik pendapat tersebut. Rupanya si Pemuda merasa kecewa diputuskan oleh tunangannya tanpan alasan yang jelas. Padahal rencana peneguhan pernikahan mereka akan dilaksanakan dua bulan lagi. Lalu
Read More

SABAR! TUHAN AKAN BERTINDAK

Renungan Malam 29 Desember 2019   KJ.446 : 1 – Berdoa   Yesaya 52 : 3 – 10 Sebab itu umat-Ku akan mengenal nama-Ku pada waktu itu mereka akan mengerti bahwa Akulah Dia yang berbicara, ya Aku! (ay.6)   Penderitaan yang dialami orang-orang Yehuda di tanah pembuangan di Babel sudah mencapai puncaknya. Perasaan duka karena terbuang dari tanah air dan rasa terhina sebagai bangsa yang dikalahkan meruntuhkan semangat iman mereka. Setiap hari mereka mendengar ejekan dan hujatan orang Babel yang menyatakan bahwa kuasa ALLAH-nya orang Yehuda sudah ditaklukkan oleh para dewa. Oleh karena itu, orang-orang Yehuda tidak mungkin dapat pulang
Read More

MENSYUKURI PENYERTAAN ALLAH

Renungan Pagi, 29 Desember 2019 GB 231 : 1 – Berdoa Yesaya 52 : 1 – 2 “…… Kenakanlah pakaian kehormatanmu, hai Yerusalem, kota yang kudus!…” (ay.1)   Bacaan ini berbicara tentang pengharapan di tengah penderitaan. Ketidaksetiaan umat kepada TUHAN dan perlawanannya terhadap Babel mengakibatkan mereka terbelenggu sebagai tawanan. Yesaya diutus ALLAH untuk memberitakan pengharapan bahwa pertolongan TUHAN pasti akan datang. Oleh karena itu, umat harus siuman, tidak boleh tenggelam di dalam keputusasaan dan bangun dari ketidakberdayaan. Mereka dapat mengebaskan debu penderitaan dan menanggalkan belenggu yang mencekik leher mereka. Mengapa? Oleh karena kekuatan yang mereka miliki adalah kekuatan TUHAN. Umat
Read More

MENGENAL DIA

Renungan Malam 28 Desember 2019   GB.132 : 1,2 – Berdoa   1 Yohanes 2 : 3 – 6 Kiranya keadilan berkembang zamannya dan damai sejahtera berlimpah, sampai tidak ada lagi bulan! (ay.3)   Dalam perjalanan hidup, banyak orang kita temui. Sebagian kita kenal, mungkin kita merasa sangat mengenal dengan baik, bahkan menyebutnya sahabat. Kita sering berjumpa, berbicara, bertukar pikiran curhat. Kita mengetahui tempat tinggalnya, keluarganya, kegemarannya dan lain-lain. Namun, seberapa besarpun kita mengenalnya, tidak mungkin kita dapat menyelami pikiran dan perasaannya. Ada ungkapan mengatakan, “dalamnya laut dapat diduga, hati orang siapa yang tahu.”   Dalam hiduo kerohanian kadang kita
Read More

YESUS PENDAMAI SEGALA DOSA

Renungan Pagi, 28 Desember 2019 KJ. 106 : 1,6 – Berdoa 1 Yohanes 2 : 1 – 2 “…Ia adalah pendamaian untuk segala dosa kita,..” (ay.2) Dosa begitu mencengkeram kehidupan manusia. Tak seorangpun yang luput dari dosa. Pemazmur menegaskan hal itu, “Sesungguhnya, dalam kesalahan aku diperanakkan dalam dosa aku dikandung ibuku” (Mzm 51:7). Dosa seakan telah menyatu dengan diri kita, bahkan sejak kita masih berada dikandungan ibu. Pada kenyataannya semua manusia (akan) mengalami maut sebagai akibat dari dosa. Manusia dengan segala kehebatannya tidak dapat membebaskan diri daripadanya. Syukur kepada Allah yang sedia datang ke dalam dunia dalam diri Yesus untuk
Read More

HIDUP DI DALAM TERANG

Renungan Malam 27 Desember 2019   GB.150 : 1,4 – Berdoa   1 Yohanes 1 : 5 – 10 “…hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang,…” (ay.7)   Kementrian Natal tidak terlepas dari lampu-lampu hias yang menyala terang di pohon Natal. Bahkan, ada juga yang menyebut pohon natal sebagai Pohon Terang. Bukan hanya karena ada lampu hias yang terang, tetapi karena maknanya sebagai gambaran dari Dia yang datang sebagai manusia, “Allah yang adalah terang.” Di dalam Dia sama sekali tidak ada kegelapan (ay.5). Merayakan Natal berarti menyambut Sang Terang dan mempersilahkan-Nya bertakhta di palungan hati kita.
Read More

SUKACITA YANG SEMPURNA

Renungan Pagi, 27 Desember 2019 KJ 98 : 1,8 – berdoa 1 Yohanes 1 : 1 – 4 “…kami tuliskan kepada kamu, supaya sukacita kami menjadi sempurna.” (ay.4)   Pada mulanya adalah Firman dan Firman itu adalah Allah. Firman itu telah menjadi manusia. Begitulah dinyatakan dalam injil Yohanes 1:1 dan 14. Firman yang menjadi manusia itu kita imani nyata dalam diri Yesus. Ia adalah Allah sendiri yang datang dalam diri manusia dan kita sambut kedatangan-Nya saat kita merayakan Natal. Kedatangan-Nya ke dalam dunia yang penuh dengan dosa dan mengarah kepada kebinasaan memberi harapan baru. Ia adalah Firman hidup. Oleh-Nya, dunia
Read More