SBU : HINDARI 3 P PERSELISIHAN, PENGELOMPOKAN, PERPECAHAN

Renungan Malam 12 Juli 2020

KJ.249 : 1 – Berdoa

1 Korintus 1 : 10 – 17
…demi nama Tuhan kita Yesus Kristus, supaya kamu seia sekata dan jangan ada perpecahan di antara kamu, tetapi sebaliknya supaya kamu erat bersatu dan sehati sepikir. (ay.10)

Albert Einstein seorang ahli Fisika berkata “Tiga rumus kerja: hindari kekacauan menemukan cara sederhana, dari ranah konflik menemukan keharmonisan dan ditengah kesulitan selalu ada kesempatan”. Pernyataan Albert Einstein berangkat dari kesadaran bahwa manusia pasti tidak pernah lepas dari lingkungannya yang beragam. Keberangkatan itu akan menghasilkan perbedaan dan jika tidak disikapi dengan benar akan menimbulkan perselisihan, konflik bahkan kesulitan.

Kota Korintus sangat strategis karena memiliki dua Pelabuhan yang menguasai persimpangan internasional, sehingga kota ini sangat mengendalikan perdagangan di darat antara Utara dan Selatan serta di laut antara Timur dan Barat. Akibatnya masyarakat Korintus sangat beragam. Hal ini juga mempengaruhi kehidupan persekutuan jemaat menjadi sangat beragam. Di dalam Persekutuan jemaat Korintus terdapat beragam golongan antara lain mereka yang menyebut dirinya golongan antara lain mereka yang menyebut dirinya golongan Paulus, golongan Apolos, golongan Kefas, dan golongan Kristus. Kelompok berdasarkan golongan ini terbentuk karena kekaguman jemaat terhadap tokoh-tokoh yang memberitakan Injil terhadap mereka. Terbentuknya golongan yang beragam ini membuat setiap kelompok golongan merasa paling hebat sehingga berdampak pada ancaman perpecahan di jemaat.

Rasul Paulus mengingatkan bahwa yang harus menjadi fokus utama jemaat adalah Kristus. Meskipun berbeda golongan para tokoh pemberita Injil Kristus semuanya adalah alat Kristus untuk menyampaikan kebenaran Firman Allah. Sehingga di tengah perbedaan golongan, jemaat seharusnya tetap seia sekata, erat bersatu dan sehati sepikir dalam Yesus Kristus; agar lebih tangguh dalam menjalani pelayanan. Bagaimana cara bersatu di tengah perbedaan? Kuncinya: jadikan Yesus sebagai “Pusat Kehidupan”. Kemudian belajarlah melihat perbedaan secara positif. Sebagaimana Ir. Soekarno berkata “Keberagaman adalah Kekayaan yang harus dirayakan”. Selamat melayani di tengah keberagaman.

KJ. 249 : 2,3

Doa : (Ya Bapa, kiranya kami tetap bersatu dan sehati sepikir di tengah keberagaman.Amin)