SBU : MENYERAHKAN DIRI KEPADA TUHAN

Renungan pagi, 10 Juli 2020

KJ 24a: 1, 2, 3 – Berdoa

Hakim-hakim 11: 1-11
“….lali bangsa itu mengangkat dia menjadi kepala dan panglima mereka. Tetapi Yefta membawa seluruh perkaranya itu ke hadapan Tuhan, di Mizpa.” (ay 11)

Hidup sebatang kara tanpa sanak saudara memang tidak menyenangkan! Pengalaman demikian oernah dijalani oleh Yefta dan Gilead. Asal usul kelahirannya dari seorang perempuan sundal membuat ia dibuang oleh saudara-saudara tirinya. Peristiwa ini kemungkinan terjadi setelah Gilead, ayah mereka, meinggal dunia. Sejak saat itu, Yefta pun terusir dari rumah ayahnya dan tidak mendapat bagian dari milik pusaka keluarganya. Sayangnya, tindakan tersebut didukung oleh masyarakat Gilead. Alhasil, untuk bertahan hidup, Yefta terpaksa merampok bersama dengan para petualang yang bergabung dengannya did Tob.
Kehebatan Yefta sebagai perampok diketahui oleh para tua-tua Gilead. Mereka pun datang kepadanya dan meminta Yefta untuk memimpin kaumnya mengalahkan bani Amon, salah satu dari 7 suku asli Kanaan. Semula Yefta tidak percaya dan menolak. Namun desakan para tua-tua Gilead itu berhasil meluluhkan hatinya. Ia tampaknya tidak suka menyimpan dendam, melainkan bersedia mengampuni dan menolong sesama yang pernah menyakitinya.
Sikap Yefta sungguh tepat. Barangkali karena itulah Tuhan memilihnya melalui konsensus orang banyak. Yefta membuktikan bahwa asal usul dan masa lalu yang buruk bukanlah hambatan untuk memberi diri bagi pekerjaan Tuhan. Menyadari keterbatasan dan dosanya, maka Yefta pun membawa keputusan dan kerinduannya itu kepada Tuhan. Ia pergi ke mezbah Tuhan di Mizpa untuk memohon penyertaanNya agar mampu menjadi hakim yang adil dan cakap. Adil dalam menimbang dan memutuskan setiap perkara. Cakap dalam merumuskan strategi dan kebijakan.
Saudaraku, kisah Yefta menunjukkan kepada kita bahwa Tuhan sanggup mengubah jalan hidup seseorang. Dia berkenan memperlengkapi ktia untuk melakukan kebaikan bagi banyak orang. Bersediakah kita bertobat dan menyerahkan diri seutuhnya kepadaNya? Jika ya, sekaranglah saatnya!

KJ 24a: 4

Doa: Ya Allah, ampunilah masa laluku yang buruk dan perlengkapilah aku untuk melakukan pekerjaan baik bagiMu. Amin.