MERAWAT MASA DEPAN

MINGGU SESUDAH NATAL. Senin, 30 Desember 2019

Mazmur 148:1-6
“Dia mendirikan semuanya untuk seterusnya dan selamanya..” (ay. 6a)

 

Ketika orang membuat sebuah karya, misalnya mendirikan perusahaan, mereka ingin perusahaan tersebut bertahan lama. Beberapa contoh misalnya Microsoft yang didirikan pada 4 April 1975 dan menjadi perusahaan komputer ternama dan tak terkalahkan. Microsoft saat ini semakin terkenal dan terus berkembang. Pabrik minuman Coca-Cola bahkan telah berdiri sejak tahun 1892 dan menjadi merek minuman yang terkenal. Tentu saja ada upaya-upaya yang dilakukan agar perusahaan tersebut bisa bertahan lama.

Nah, jika manusia saja ingin hasil karyanya bertahan lama, apalagi dengan Tuhan dengan karya ciptaan-Nya. Menurut Pemazmur, Tuhan bersabda dan semuanya tercipta (ay. 5). Ungkapan pemazmur ini mengingatkan kita pada bagaimana Tuhan menciptakan dunia dalam Kejadian 1 dan 2. Dia ingin semua yang diciptakan-Nya ada untuk seterusnya dan selamanya. Itu artinya bahwa Tuhan tidak menciptakan sesuatu hanya untuk sesaat saja. Untuk itu Tuhan memberikan ketetapan yang menjaga agar ciptaannya bisa tetap ada untuk selamanya (ay. 6). Kita diingatkan bagaimana manusia pertama diberikan ketetapan Tuhan agar mereka bisa merawat ciptaan yang ada. Mereka juga diingatkan untuk tidak melanggar ketetapan yang ada. Karena itu Tuhan menghukum mereka ketika ketetapan-Nya dilanggar.

Ketetapan yang Tuhan buat untuk merawat ciptaan-Nya tetap berlaku sampai saat ini. Untuk itu orang-orang muda diingatkan untuk ikut berperan merawat ciptaan Tuhan. Orang-orang muda sendiri adalah juga ciptaan Tuhan dan Tuhan ingin mereka menjadi karya ciptaan yang baik untuk seterusnya. Untuk itu orang muda harus menjaga dirinya sendiri agar tidak merusak masa depan mereka. Karena merusak masa depan mereka berarti merusak ciptaan Tuhan. Inilah juga cara hidup yang menghadirkan damai sejahtera di bumi.

Doa:
“Ya Yesus Kristus, tolonglan kami merawat kehidupan kami sesuai kehendak Tuhan. Amin.”