MENJADI ORANG BEBAS YANG BERTANGGUNG JAWAB

HARI MINGGU SESUDAH NATAL. Minggu, 29 Desember 2019

Yesaya 52:1-2
“Kenakanlah pakaian kehormatanmu… Tanggalkanlah ikatan-ikatan dari lehermu” (ay 1&2)

 

Bukalah Youtube dan lihatlah bagaimana anak-anak muda masa kíni generasi yang disebut sebagai generasi milenial. Gaya dan penampilan mereka berbeda dengan kaum muda pada era tahun 70-an, 80-an atau juga 90-an, khususnya dalam pergaulan. Gaya mereka, membuat mereka dijuluki sebagai generasi yang bebas dan tidak mudah diatur. Pergaulan yang cenderung bebas membuat mereka mudah terbawa ke lingkungan pergaulan yang dapat mencelakakan masa depan mereka

Untuk itu pesan dalam bacaan hari ini perlu diperhatikan orang muda dalam bergaul. Pesan ini berhubungan dengan Israel yang akan dibebaskan. Kebebasan yang akan dirasakan Israel diungkapkan dalam bahasa kiasan: “Tanggalkanlah ikatan-ikatan dari lehermu.” (ayat 2). Tetapi sebelum bebas, Yesaya menyampaikan pesan yang bertujuan agar Israel menjaga hidup mereka agar setelah dibebaskan. Mereka harus hidup dalam kehormatan sebagai bangsa yang merdeka. Kebebasan mereka tidak boleh memberi peluang untuk masuknya bentuk-bentuk hidup yang najis (ayat 1). Pesan yang disampaikan Yesaya isinya antara lain: 1. Mereka harus tetap hidup mawas diri (berhati-hati). 2. Mereka harus tetap menjaga kehormatan diri mereka. 3. Kekuatan yang mereka miliki harus dipakai untuk menjaga kehormatan diri mereka.

Tiga pesan ini juga penting bagi orang-orang muda masa kini dalam bergaul. Janganlah orang-orang muda menyalahgunakan kebebasan yang dimiliki, tetapi tetaplah mawas diri dalam bersikap dan berelasi dengan siapa saja. Jagalah kehormatan dan harga diri agar tidak kecewa di kemudian hari. Jangan sampai pergaulan bebas membuat orang muda kehilanga kehormatan dan harga diri. Pakailah talenta atau kemampuan yang ada untuk menjaga kehormatan dan harga diri agar orang-orang muda tetap hidup berkenan di hadapan Tuhan dan manusia.

Doa:
“Tuhan, tolonglah kami, orang-orang muda, agar bisa menjaga kehormatan dan harga diri kami dalam pergaulan sehari-hari. Amin.”