SUKACITA YANG SEMPURNA

Renungan Pagi, 27 Desember 2019

KJ 98 : 1,8 – berdoa

1 Yohanes 1 : 1 – 4

“…kami tuliskan kepada kamu, supaya sukacita kami menjadi sempurna.” (ay.4)

 

Pada mulanya adalah Firman dan Firman itu adalah Allah. Firman itu telah menjadi manusia. Begitulah dinyatakan dalam injil Yohanes 1:1 dan 14. Firman yang menjadi manusia itu kita imani nyata dalam diri Yesus. Ia adalah Allah sendiri yang datang dalam diri manusia dan kita sambut kedatangan-Nya saat kita merayakan Natal. Kedatangan-Nya ke dalam dunia yang penuh dengan dosa dan mengarah kepada kebinasaan memberi harapan baru. Ia adalah Firman hidup. Oleh-Nya, dunia yang menuju kebinasaan menjadi “hidup” kembali.

 

Dalam perjalanan selanjutnya, Yohanes memberi kesaksian bahwa Firman yang menjadi manusia itu adalah Firman hidup. Di dalam Dia ada hidup. Bukan untuk hidup di dunia fana ini saja, tetapi juga hidup kekal. Itulah yang menjadi pokok kesaksian dan pemberitaan Yoahanes. Keyakinan imannya tentang Yesus sebagai Firman hidup membuat ia mengalami persekutuan dengan Bapa dan Anak-Nya, Yesus Kristus (ay.3). Hal itu membuatnya mengalami sukacita. Kesaksiannya kepada banyak orang bertujuan agar orang lain juga mengalami sukacita dalam persekutuan dengan Yesus Kristus. Dengan demikian, sukacitanya menjadi sempurna.

 

Sukacita dan kehangatan Natal masih terasa. Sudah sepatutnya sukacita dan kehangatan Natal harus terus kita rasakan dan tetap bergelora dalam hati kita. Sesungguhnya Natal membawa kita ke dalam sukacita yang sempurna. Meyakini Allah yang datang sebagai manusia dan menghadiahkan kita Firman hidup merupakan kebahagiaanbesar. Janji penyertaan-Nya sampai akhir zaman dan hidup kekal, sunnguh merupakan sukacita yang tak tertandingi.

 

  1. 146 : 1,3

Doa : Sempurnakanlah sukacita kami dalam menjalani hidup beriman akan Yesus sebagai Firman hidup